-
Pelatihan Video Komunitas:
4 DESA DI MATA ANAK MUDAThu, 22 Jul 2010 00:48:44 +0700
"Dulu tidak dibicarakan, setelah dibikin film masalah ini jadi ramai dibahas", begitu kata Jon. Ia salah satu dari 4 orang Penduduk Desa Talang Kemuning, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, yang ikut dalam pelatihan Video Komunitas yang diselenggarakan MITRA AKSI JAMBI-salah satu anggota INSIST di Pulau Sumatera- pada tanggal 16-18 Juli 2010 lalu. Jon dan tim nya mengangkat Isu KAYU MANIS sebagai komoditas andalan di desanya, sebagai tema film yang mereka produksi."Pelatihan Video Komunitas ini diselenggarakan dengan melibatkan partisipasi penduduk di 4 desa, yakni Desa Talang Kemuning, Desa Selampaung, Desa Tanjungsyam, dan Desa Lolo Kecil." Tutur Hambali, mewakili MITRA AKSI. Tak tanggung-tanggung, selain 5 orang anak muda dari masing-masing desa, kegiatan ini juga mendapat dukungan aktif dari kepala desa mereka. Bahkan dalam proses produksi film sebagai salah satu acara selama pelatihan, para kepala desa, sekertaris desa, dan beberapa tokoh masyarakat, ikut menjadi para narasumber selama latihan shooting dan dihujani tepuk tangan dengan iringan suara rakyatnya " masuk tipiii..pak kades masuk tipiii". Rudy, pemuda dari Desa Selampaung mengatakan bahwa Kerinci memang terkenal, karena ada Taman Nasional dan kemarin terkena bencana Gempa, semua orang kenal kerinci dari Televisi, tapi apa yang ditonton di Televisi ternyata tidak sama dengan apa yang dilakukan sewaktu shooting di lapangan. "Misalnya kegiatan penduduk berupa menangkap Babi sebagai Hama tanaman rakyat, kok malah dibilang hoby berburu babi. Itu bukan hobi buat kami, itu malah kewajiban bagi petani kalau mau tetap panen dan bisa makan".
selengkapnya ⇒ -
Selamat Natal dan Tahun Baru 2010
Mon, 21 Dec 2009 13:37:05 +0700

-
Temu Tani Dukuh Sempu:
KEMBALI KE AKARMon, 23 Nov 2009 03:18:53 +0700
“Ilmu pengetahuan pertanian modern yang diajarkan di perguruan tinggi saat ini, mengajarkan mahasiswa untuk menaklukkan tanah dan alam. Padahal, tanah dan alam itu mempunyai kehidupannya sendiri. Kita tidak memerlukan pengetahuan modern seperti itu. Yang kita perlukan adalah bagaimana mengolah alam dan tanah seuai dengan sifat dan kemauan alam itu sendiri. Kita bisa sampai ke pandangan seperti itu bila kita memang sudah benar-benar mencintai alam dan tanah.” Demikian pandangan dasar Tanto, seorang petani, pelaku, dan penganjur gigih pertanian alamiah (organik) di Sleman, Yogyakarta. Pandangan dasar itu disampaikannnya dalam acara pertemuan dengan para petani Dukuh Sempuh, Sambirejo, di Aula Kampus PERDIKAN-INSIST, 7 Nopember 2009.
selengkapnya ⇒ -
Pesta Rakyat Tompobulu:
SEKOLAH PETANI MERINTIS PERUBAHANSun, 22 Nov 2009 20:26:50 +0700

"Perang yang akan datang tidak lagi disebabkan oleh nafsu pendudukan suatu negara seperti pada masa lalu, tapi sangat mungkin akan disebabkan oleh krisis pangan dan energi yang sudah menjadi gejala krisis international saat ini.” Demikian Ketua Dewan Pengurus INSIST, Ahmad Mahmudi, dalam pidato sambutannya pada 'Pesta Rakyat' di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, 31 Oktober 2009. Pesta Rakyat itu diselenggarkan sebagai acara syukuran atas selesainya pembangunan saluran irigasi swadaya oleh warga setempat. “Ini peristiwa bersejarah bagi kami”, kata Pak Goncing, 58 tahun, salah seorang tetua Dewan Adat setempat. “Perhelatan besar semacam ini terakhir kali terjadi disini sekitar 30 tahun yang lalu. Inilah yang membuat kami sangat bersemangat dan merasa ada suatu perubahan penting mulai terjadi lagi di desa kami ini, memecahkan salah satu masalah yang sudah sekian puluh tahun memusingkan kami.”
selengkapnya ⇒



